Contoh Soal Pppk 2019 - Seleksi Kompetensi P3k Eks Honorer K2 Tenaga Kesehatan
Soal PPPK Tenaga Kesehatan - Penerimaan PPPK akan diadakan dalam dua tahap, yakni tahapan pertama untuk eks Tenaga Honorer Kategori II (K2) yang memenuhi syarat. Dan tahapan kedua untuk deretan umum.
Tujuan pemerintah melaksanakan rekrutmen PPPK ini untuk akselerasi kapasitas organisasi serta mencapai tujuan strategis organisasi pemerintah.
Adapun seleksi penerimaan PPPK 2019 tenaga kesehatan ini akan digelar dalam dua tahapan dan rencananya dimulai pada bulan Februari 2019.
Dikutip dari laman www.menpan.go.id ada sekitar 150.000 PPPK yang dibutuhkan untuk mengisi deretan yang ada.
Penerimaan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja atau P3K ini yaitu yang pertama kali diselenggarakan oleh pemerintah.
Oleh lantaran itu, pastinya belum pernah ada soal-soal tes penerimaan PPPK sebelumnya.
Sehingga dengan demikian, bentuk dan jenis soal-soal yang akan diujikan dalam seleksi penerimaan P3K, tidak sanggup dipastikan.
Pada dasarnya setiap ujian seleksi penerimaan pegawai, baik swasta, bumn maupun cpns yaitu sama, yakni dengan seleksi Tes Potensi Akademik (TPA) ataupun Tes Bakat Skolastik (TBS).
Yang mana didalam penerimaan pegawai atau karyawan swasta sering disebut dengan tes psikotes.
Penerimaan PPPK atau P3K yang pertama kali dilakukan pemerintah pada tahun ini dilaksanakan dalam dua tahapan, yakni:
Tahap pertama yaitu penerimaan P3K khusus untuk eks tenaga honorer kategori II (Eks THK2), dan
Tahap kedua, yakni penerimaan P3K untuk pelamar umum atau deretan umum.
Seperti yang telah dijelaskan oleh pemerintah bahwa, penerimaan PPPK khusus untuk mantan tenaga honorer KII bentuk ujian soal seleksi yang diadakannya tidak sama dengan penerimaan CPNS.
Hanya saja, pelaksanaannya sama dengan penerimaan CPNS, yakni dengan memakai sistem CAT (Computer Asissted Test).
Adapun untuk bentuk soalnya, yakni sesuai dengan pekerjaan yang mereka kerjakan sehari-hari sebagai tenaga honorer di pemerintahan.
Adapun seleksi penerimaan PPPK ini akan dilakukan dalam dua tahap, yakni:
Tahap Pertama - Khusus Eks Tenaga Honorer Kategori II (K2)
Tahap Kedua - Untuk Formasi Umum
Rekrutmen P3K ini dilaksanakan pemerintah dengan tujuan untuk mengisi dan meningkatkan akselerasi kapasitas organisasi pemerintah dalam mencapai tujuan strategis organisasi.
Seperti dikutip dari laman www.menpan.go.id akan ada sekitar 150.000 PPPK yang dibutuhkan untuk mengisi deretan yang ada, termasuk didalamnya penerimaan PPPK tenaga kesehatan.
Untuk Anda tenaga Honorer Kategori II (K2) tenaga kesehatan, yang memenuhi syarat manajemen dan akan mengikuti seleksi penerimaan PPPK, mulailah berguru mempersiapkan diri dalam mengikuti seleksi kompetensi PPPK ini.
Penerimaan PPPK ini sama halnya dengan penerimaan CPNS, yakni dilakukan melalui beberapa tahapan seleksi pengadaan.
Tahapan seleksi tersebut berupa tahapan seleksi administrasi, yang dilakukan untuk mencocokkan persyaratan manajemen dan kualifikasi dengan dokumen para pelamaran.
Tahapan seleksi kompetensi, yang dilakukan untuk menilai kesesuaian kompetensi manajerial, kompetensi teknis, dan kompetensi sosial kultural yang dimiliki oleh pelamar dengan standar kompetensi jabatan.
Contoh Soal Seleksi Kompetensi PPPK Tenaga Kesehatan ini akan menjadi pola pemerintah untuk menyeleksi penerimaan pegawai PPPK tahun 2019 nanti.
Oleh alasannya yaitu itu, persiapkan diri Anda dengan berlatih contoh soal tes seleksi kompetensi PPPK Tenaga Kesehatan serta memahami soal-soal seleksi kompetensi PPPK yang akan diujikan nantinya.
Aparatur Sipil Negara P3K, beradasarkan UU ASN, mempunyai hak dan kewajiban yang sama dengan PNS.
Oleh alasannya yaitu itu, dalam seleksi penerimaan PPPK Tenaga Kesehatan ini, pemerintah ingin melahirkan Pegawai ASN Tenaga Kesehatan yang profesional.
Persiapan yang matang dalam menghadapi tes seleksi penerimaan PPPK 2019 Tenaga Kesehatan adalah segalanya.
Hal ini dikarenakan lowongan PPPK Tenaga Kesehatan yang tersedia sangat terbatas kalau dibandingkan dengan jumlah pesertanya.
Sehingga sudah sanggup dipastikan bahwa persaingannya niscaya akan semakin ketat.
Belajar contoh soal seleksi penerimaan PPPK 2019 Tenaga Kesehatan dengan memahami bentuk soal tes seleksi kompetensi PPPK, akan sangat membantu Anda dalam mewujudkan impian Anda menjadi Aparatur Sipil Negara.
Terkait soal tes seleksi P3K ini telah ditegaskan dalam pasal 19 Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 49 Tahun 2018 wacana Manajemen Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).
Bahwa seleksi pengadaan PPPK dilaksanakan dalam 2 tahapan, yakni:
Sedangkan Seleksi Kompetensi dilakukan untuk menilai kesesuaian kompetensi manajerial, kompetensi teknis, dan kompetensi sosial kultural yang dimiliki oleh pelamar dengan standar kompetensi jabatan.
Selanjutnya dalam pasal 22 Peraturan Pemerintah Nomor 49 tahun 2019, dijelaskan bahwa Seleksi Kompetensi Teknis PPPK terdiri atas:
Sedangkan seleksi kompetensi teknis P3K untuk jabatan yang belum mensyaratkan sertifikasi profesi dilakukan dengan uji kompetensi untuk memilih ambang batas kelulusan dan peringkat.
Jika penerimaan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja deretan eks tenaga honorer K2 dengan kisi kisi soal kompetensi manajerial, kompetensi teknis, dan kompetensi sosial kultural,
Maka PPPK dari deretan umum, ada ketentuan passing grade dan seleksi kompetensi dalam menyaring pelamar P3K.
Adapun kisi-kisi soal PPPK 2019 Tenaga Kesehatan ini berupa kompetensi manajerial, kompetensi teknis, dan kompetensi sosial kultural yang dimiliki oleh pelamar dengan standar kompetensi jabatan.
Karena itu Anda harus mempersiapkan diri Anda dengan berguru memahami soal kompetensi P3K Tenaga Kesehatan sesuai dengan kisi-kisi soal dalam PP Nomor 49 tahun 2018 tersebut.
Adapun kisi-kisi soal PPPK 2019 tenaga kesehatan menurut PP Nomor 49 tahun 2018 wacana manajemen pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja, yaitu seleksi kompetensi manajerial, kompetensi teknis, dan kompetensi sosial kultural.
Standar Kompetensi Manajerial Jabatan Fungsional Tenaga Kesehatan merupakan persyaratan Kompetensi Manajerial minimal yang harus dimiliki oleh seorang pemangku Jabatan Fungsional Tenaga Kesehatan dalam melaksanakan kiprah jabatan.
Standar Kompetensi Manajerial Jabatan Fungsional Tenaga Kesehatan dipakai dalam pengangkatan Jabatan Fungsional Tenaga Kesehatan.
Pengangkatan ke dalam Jabatan Fungsional Tenaga Kesehatan harus sesuai dengan kebutuhan organisasi.
Standar Kompetensi Manajerial Jabatan Fungsional Tenaga Kesehatan mencakup kompetensi dengan penentuan levelnya.
Standar Kompetensi Manajerial Jabatan Fungsional Tenaga Kesehatan terdiri atas kelompok kompetensi yang mencakup kemampuan:
a. berpikir;
b. mengelola diri;
c. mengelola orang lain;
d. mengelola tugas; dan
e. mengelola sosial dan budaya.
PPPK Tenaga Kesehatan harus mempunyai standar manajerial, yakni menurut peraturan menteri kesehatan, seperti:
Sehingga Anda sanggup menjawab semua bentuk soal kompetensi manajerial pppk tenaga kesehatan, dan sanggup diterima sebagai pegawai ASN - PPPK.
Tes Kompetensi Dasar (TKD) terdiri dari:
1. Tes Intelegensia Umum (TIU)
2. Tes Wawasan Kebangsaan (TWK)
3. Tes Karakteristik Pribadi (TKP)
A. Kemampuan verbal yaitu kemampuan memberikan info secara ekspresi maupun tulis;
B. Kemampuan numerik yaitu kemampuan melaksanakan operasi perhitungan angka dan melihat hubungan diantara angka-angka;
C. Kemampuan berpikir logis yaitu kemampuan melaksanakan pikiran sehat secara runtut dan sistematis
D. Kemampuan berpikir analitis yaitu kemampuan mengurai suatu permasalahan secara sistematik.
Lihat: Kumpulan Soal Tes Intelegensia Umum
1. Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika ;
2. UUD 1945;
3. Negara Kesatuan Republik Indonesia:
Lihat: Kumpulan Soal Tes Wawasan Kebangsaan
Lihat: Kumpulan Soal Tes Karakteristik Pribadi
Pahami dan peajari juga contoh soal SKB Tenaga Kesehatan ini:
Modul dan Materi Soal SKB Tenaga Kesehatan
Contoh Soal SKB Tenaga Kesehatan
Contoh Soal SKB Perawat
Contoh Soal SKB Bidan
Sosial kultural/ sosio kultural merupakan bab dari soft competence lantaran berasal dari individu.
Kemampuan kompetensi sosio kultural ini merupakan pondasi untuk menopang kemampuan manajerial dan kemampuan teknis.
Kompetensi yaitu seperangkat pengetahuan, ketrampilan dan sikap sikap yang diharapkan dalam bekerja.
Kompetensi dibagi lagi menjadi dua, yakni:
Hard Competency yaitu pengetahuan dan kemampuan teknis yang diharapkan dalam pekerjaan, yakni kemampuan teknis, menyerupai perencanaan, keterampilan, SKD, TPA, dan lain-lain.
Soft Competency yaitu seperangkat kemampuan memahami dan mengendalikan diri sendiri, memahami dan membina hubungan dengan orang lain, menjadi langsung yang lebih etis.
Aspek yang dikembangkan dalam soft competency meliputi:
Soft Competency terdiri atas 35 Aspek, yang meliputi:
Thinking yaitu kemampuan berpikir strategis atau konseptual untuk mengatasi permasalahan organisasi. Thinking terdiri atas:
Relating yaitu kemampuan bergaul dan membina hubungan dengan orang/ pihak lain di dalam dan luar organisasi. Relating terdiri atas:
Working yaitu kemampuan merencanakan, melaksanakan, mengendalikan, dan menghasilkan kinerja. Working terdiri atas:
Kompetensi sosio kultural sangat penting bagi ASN lantaran insan merupakan makhluk sosial sehingga perlu berinteraksi dengan individu lain.
Karena, tidak jarang konflik-konflik sesama pegawai ASN lahir dari adanya perbedaan sosio kultural.
Sehingga metode-metode yang dipakai dalam penyelesaian konflik harus melihat sisi sosio kultural dengan sudut pandang yang tepat.
Berdasarkan temuan data di lapangan, banyak aparatur yang kurang memahami pentingnya peranan aspek sosio kultural dalam penerapan UU ASN.
Meskipun pada kenyataan yang bahu-membahu aparatur ASN di tempat telah mencicipi aspek ini tanpa disadari.
Sosio Kultural berbeda dengan Manajerial dan Teknis.
Sosio Kultural merupakan soft competence lantaran berasal dari individu, yang meliputi:
Dari pembahasan mengenai kompetensi sosial kultural tersebut, Anda sanggup mengerti dan memahami apa itu manajemen sosial kultural Tenaga Kesehatan PPPK.
Sehingga dengan demikian, Anda sanggup menjawab bentuk soal wacana kompetensi sosial kultural dalam seleksi penerimaan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja - PPPK ini.
Mulailah belajar, mencari dan mengumpulkan aneka macam bentuk contoh soal PPPK tenaga kesehatan, serta mulai mempelajari dan menguasai semua bentuk soal yang akan diujikan nanti. Selamat berjuang!
Tujuan pemerintah melaksanakan rekrutmen PPPK ini untuk akselerasi kapasitas organisasi serta mencapai tujuan strategis organisasi pemerintah.

Adapun seleksi penerimaan PPPK 2019 tenaga kesehatan ini akan digelar dalam dua tahapan dan rencananya dimulai pada bulan Februari 2019.
Dikutip dari laman www.menpan.go.id ada sekitar 150.000 PPPK yang dibutuhkan untuk mengisi deretan yang ada.
Contoh Soal PPPK Tenaga Kesehatan
Penerimaan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja atau P3K ini yaitu yang pertama kali diselenggarakan oleh pemerintah.
Oleh lantaran itu, pastinya belum pernah ada soal-soal tes penerimaan PPPK sebelumnya.
Sehingga dengan demikian, bentuk dan jenis soal-soal yang akan diujikan dalam seleksi penerimaan P3K, tidak sanggup dipastikan.
Pada dasarnya setiap ujian seleksi penerimaan pegawai, baik swasta, bumn maupun cpns yaitu sama, yakni dengan seleksi Tes Potensi Akademik (TPA) ataupun Tes Bakat Skolastik (TBS).
Yang mana didalam penerimaan pegawai atau karyawan swasta sering disebut dengan tes psikotes.
Penerimaan PPPK atau P3K yang pertama kali dilakukan pemerintah pada tahun ini dilaksanakan dalam dua tahapan, yakni:
Tahap pertama yaitu penerimaan P3K khusus untuk eks tenaga honorer kategori II (Eks THK2), dan
Tahap kedua, yakni penerimaan P3K untuk pelamar umum atau deretan umum.
Seperti yang telah dijelaskan oleh pemerintah bahwa, penerimaan PPPK khusus untuk mantan tenaga honorer KII bentuk ujian soal seleksi yang diadakannya tidak sama dengan penerimaan CPNS.
Hanya saja, pelaksanaannya sama dengan penerimaan CPNS, yakni dengan memakai sistem CAT (Computer Asissted Test).
Adapun untuk bentuk soalnya, yakni sesuai dengan pekerjaan yang mereka kerjakan sehari-hari sebagai tenaga honorer di pemerintahan.
Adapun seleksi penerimaan PPPK ini akan dilakukan dalam dua tahap, yakni:
Tahap Pertama - Khusus Eks Tenaga Honorer Kategori II (K2)
Tahap Kedua - Untuk Formasi Umum
Rekrutmen P3K ini dilaksanakan pemerintah dengan tujuan untuk mengisi dan meningkatkan akselerasi kapasitas organisasi pemerintah dalam mencapai tujuan strategis organisasi.
Seperti dikutip dari laman www.menpan.go.id akan ada sekitar 150.000 PPPK yang dibutuhkan untuk mengisi deretan yang ada, termasuk didalamnya penerimaan PPPK tenaga kesehatan.
Untuk Anda tenaga Honorer Kategori II (K2) tenaga kesehatan, yang memenuhi syarat manajemen dan akan mengikuti seleksi penerimaan PPPK, mulailah berguru mempersiapkan diri dalam mengikuti seleksi kompetensi PPPK ini.
Penerimaan PPPK ini sama halnya dengan penerimaan CPNS, yakni dilakukan melalui beberapa tahapan seleksi pengadaan.
Tahapan seleksi tersebut berupa tahapan seleksi administrasi, yang dilakukan untuk mencocokkan persyaratan manajemen dan kualifikasi dengan dokumen para pelamaran.
Tahapan seleksi kompetensi, yang dilakukan untuk menilai kesesuaian kompetensi manajerial, kompetensi teknis, dan kompetensi sosial kultural yang dimiliki oleh pelamar dengan standar kompetensi jabatan.
Contoh Soal Seleksi Kompetensi PPPK Tenaga Kesehatan ini akan menjadi pola pemerintah untuk menyeleksi penerimaan pegawai PPPK tahun 2019 nanti.
Oleh alasannya yaitu itu, persiapkan diri Anda dengan berlatih contoh soal tes seleksi kompetensi PPPK Tenaga Kesehatan serta memahami soal-soal seleksi kompetensi PPPK yang akan diujikan nantinya.
Aparatur Sipil Negara P3K, beradasarkan UU ASN, mempunyai hak dan kewajiban yang sama dengan PNS.
Oleh alasannya yaitu itu, dalam seleksi penerimaan PPPK Tenaga Kesehatan ini, pemerintah ingin melahirkan Pegawai ASN Tenaga Kesehatan yang profesional.
Persiapan yang matang dalam menghadapi tes seleksi penerimaan PPPK 2019 Tenaga Kesehatan adalah segalanya.
Hal ini dikarenakan lowongan PPPK Tenaga Kesehatan yang tersedia sangat terbatas kalau dibandingkan dengan jumlah pesertanya.
Sehingga sudah sanggup dipastikan bahwa persaingannya niscaya akan semakin ketat.
Belajar contoh soal seleksi penerimaan PPPK 2019 Tenaga Kesehatan dengan memahami bentuk soal tes seleksi kompetensi PPPK, akan sangat membantu Anda dalam mewujudkan impian Anda menjadi Aparatur Sipil Negara.
Terkait soal tes seleksi P3K ini telah ditegaskan dalam pasal 19 Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 49 Tahun 2018 wacana Manajemen Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).
Bahwa seleksi pengadaan PPPK dilaksanakan dalam 2 tahapan, yakni:
- Seleksi administrasi;
- Seleksi kompetensi.
Sedangkan Seleksi Kompetensi dilakukan untuk menilai kesesuaian kompetensi manajerial, kompetensi teknis, dan kompetensi sosial kultural yang dimiliki oleh pelamar dengan standar kompetensi jabatan.
Selanjutnya dalam pasal 22 Peraturan Pemerintah Nomor 49 tahun 2019, dijelaskan bahwa Seleksi Kompetensi Teknis PPPK terdiri atas:
- Seleksi kompetensi PPPK untuk jabatan yang mensyaratkan sertifikasi profesi;
- Seleksi kompetensi PPPK untuk jabatan yang belum mensyaratkan sertifikasi profesi.
Sedangkan seleksi kompetensi teknis P3K untuk jabatan yang belum mensyaratkan sertifikasi profesi dilakukan dengan uji kompetensi untuk memilih ambang batas kelulusan dan peringkat.
Jika penerimaan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja deretan eks tenaga honorer K2 dengan kisi kisi soal kompetensi manajerial, kompetensi teknis, dan kompetensi sosial kultural,
Maka PPPK dari deretan umum, ada ketentuan passing grade dan seleksi kompetensi dalam menyaring pelamar P3K.
Adapun kisi-kisi soal PPPK 2019 Tenaga Kesehatan ini berupa kompetensi manajerial, kompetensi teknis, dan kompetensi sosial kultural yang dimiliki oleh pelamar dengan standar kompetensi jabatan.
Karena itu Anda harus mempersiapkan diri Anda dengan berguru memahami soal kompetensi P3K Tenaga Kesehatan sesuai dengan kisi-kisi soal dalam PP Nomor 49 tahun 2018 tersebut.
Adapun kisi-kisi soal PPPK 2019 tenaga kesehatan menurut PP Nomor 49 tahun 2018 wacana manajemen pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja, yaitu seleksi kompetensi manajerial, kompetensi teknis, dan kompetensi sosial kultural.
1. Seleksi Kompetensi Manajerial PPPK Tenaga Kesehatan
Standar Kompetensi Manajerial Jabatan Fungsional Tenaga Kesehatan merupakan persyaratan Kompetensi Manajerial minimal yang harus dimiliki oleh seorang pemangku Jabatan Fungsional Tenaga Kesehatan dalam melaksanakan kiprah jabatan.
Standar Kompetensi Manajerial Jabatan Fungsional Tenaga Kesehatan dipakai dalam pengangkatan Jabatan Fungsional Tenaga Kesehatan.
Pengangkatan ke dalam Jabatan Fungsional Tenaga Kesehatan harus sesuai dengan kebutuhan organisasi.
Standar Kompetensi Manajerial Jabatan Fungsional Tenaga Kesehatan mencakup kompetensi dengan penentuan levelnya.
Standar Kompetensi Manajerial Jabatan Fungsional Tenaga Kesehatan terdiri atas kelompok kompetensi yang mencakup kemampuan:
a. berpikir;
b. mengelola diri;
c. mengelola orang lain;
d. mengelola tugas; dan
e. mengelola sosial dan budaya.
PPPK Tenaga Kesehatan harus mempunyai standar manajerial, yakni menurut peraturan menteri kesehatan, seperti:
- Permenkes Nomor 73 tahun 2015 wacana Standar Kompetensi Manajerial Jabatan Fungsional Teknisi Tranfusi Darah.
- Permenkes Nomor 22 tahun 2015 wacana Standar Kompetensi Manajerial Jabatan Fungsional Pembimbing Kesehatan Kerja
- Permenkes Nomor 17 tahun 2015 wacana Standar Kompetensi Manajerial Jabatan Fungsional Penyuluh Kesehatan Masyarakat, dll
Sehingga Anda sanggup menjawab semua bentuk soal kompetensi manajerial pppk tenaga kesehatan, dan sanggup diterima sebagai pegawai ASN - PPPK.
2. Seleksi Kompetensi Teknik PPPK Tenaga Kesehatan:
Tes Kompetensi Dasar (TKD) terdiri dari:
1. Tes Intelegensia Umum (TIU)
2. Tes Wawasan Kebangsaan (TWK)
3. Tes Karakteristik Pribadi (TKP)
A. Tes Inteligensia Umum (TIU)
A. Kemampuan verbal yaitu kemampuan memberikan info secara ekspresi maupun tulis;
B. Kemampuan numerik yaitu kemampuan melaksanakan operasi perhitungan angka dan melihat hubungan diantara angka-angka;
C. Kemampuan berpikir logis yaitu kemampuan melaksanakan pikiran sehat secara runtut dan sistematis
D. Kemampuan berpikir analitis yaitu kemampuan mengurai suatu permasalahan secara sistematik.
Lihat: Kumpulan Soal Tes Intelegensia Umum
B. Tes Wawasan Kebangsaan (TWK)
1. Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika ;
2. UUD 1945;
3. Negara Kesatuan Republik Indonesia:
Lihat: Kumpulan Soal Tes Wawasan Kebangsaan
C. Tes Karakteristik Pribadi (TKP)
Lihat: Kumpulan Soal Tes Karakteristik Pribadi
Pahami dan peajari juga contoh soal SKB Tenaga Kesehatan ini:
Modul dan Materi Soal SKB Tenaga Kesehatan
Contoh Soal SKB Tenaga Kesehatan
Contoh Soal SKB Perawat
Contoh Soal SKB Bidan
3. Seleksi Kompetensi Sosial Kultural PPPK Tenaga Kesehatan
Sosial kultural/ sosio kultural merupakan bab dari soft competence lantaran berasal dari individu.
Kemampuan kompetensi sosio kultural ini merupakan pondasi untuk menopang kemampuan manajerial dan kemampuan teknis.
Kompetensi yaitu seperangkat pengetahuan, ketrampilan dan sikap sikap yang diharapkan dalam bekerja.
Kompetensi dibagi lagi menjadi dua, yakni:
- Hard Competency
- Soft Competency.
Hard Competency yaitu pengetahuan dan kemampuan teknis yang diharapkan dalam pekerjaan, yakni kemampuan teknis, menyerupai perencanaan, keterampilan, SKD, TPA, dan lain-lain.
Soft Competency yaitu seperangkat kemampuan memahami dan mengendalikan diri sendiri, memahami dan membina hubungan dengan orang lain, menjadi langsung yang lebih etis.
Aspek yang dikembangkan dalam soft competency meliputi:
- Knowledge,
- Competence,
- Skill, dan
- Attitude
Soft Competency terdiri atas 35 Aspek, yang meliputi:
- Thinking 8 Aspek,
- Working 12 Aspek,
- Relating 15 Aspek.
Thinking yaitu kemampuan berpikir strategis atau konseptual untuk mengatasi permasalahan organisasi. Thinking terdiri atas:
- Visioning,
- In depth Problem Solving,
- Adapting to Change.
Relating yaitu kemampuan bergaul dan membina hubungan dengan orang/ pihak lain di dalam dan luar organisasi. Relating terdiri atas:
- Team Work and Collaboration,
- Relationship Management,
- Interpersonal Communication,
- Meeting Contribution.
Working yaitu kemampuan merencanakan, melaksanakan, mengendalikan, dan menghasilkan kinerja. Working terdiri atas:
- Quality Focus,
- Continous Improvement,
- Policies,
- Process and Procedure,
- Stake Holder Focus.
Kompetensi sosio kultural sangat penting bagi ASN lantaran insan merupakan makhluk sosial sehingga perlu berinteraksi dengan individu lain.
Karena, tidak jarang konflik-konflik sesama pegawai ASN lahir dari adanya perbedaan sosio kultural.
Sehingga metode-metode yang dipakai dalam penyelesaian konflik harus melihat sisi sosio kultural dengan sudut pandang yang tepat.
Berdasarkan temuan data di lapangan, banyak aparatur yang kurang memahami pentingnya peranan aspek sosio kultural dalam penerapan UU ASN.
Meskipun pada kenyataan yang bahu-membahu aparatur ASN di tempat telah mencicipi aspek ini tanpa disadari.
Sosio Kultural berbeda dengan Manajerial dan Teknis.
Sosio Kultural merupakan soft competence lantaran berasal dari individu, yang meliputi:
- Sistem integritas dan manajemen diri,
- Keteladanan dan kepeloporan,
- Membangun budaya organisasi,
- Membangun huruf kepribadian
- Nasionalisme pelayanan publik.
Dari pembahasan mengenai kompetensi sosial kultural tersebut, Anda sanggup mengerti dan memahami apa itu manajemen sosial kultural Tenaga Kesehatan PPPK.
Sehingga dengan demikian, Anda sanggup menjawab bentuk soal wacana kompetensi sosial kultural dalam seleksi penerimaan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja - PPPK ini.
Seleksi Wawancara PPPK Tenaga Kesehatan
Mulailah belajar, mencari dan mengumpulkan aneka macam bentuk contoh soal PPPK tenaga kesehatan, serta mulai mempelajari dan menguasai semua bentuk soal yang akan diujikan nanti. Selamat berjuang!