Contoh Soal Pppk 2019 - Seleksi Kompetensi P3k Eks Honorer K2 Penyuluh Pertanian

Soal PPPK Penyuluh Pertanian - Penerimaan PPPK yang akan diadakan dalam dua tahap ini rencananya akan mulai dibuka pada bulan Februari 2019.
 Penerimaan PPPK yang akan diadakan dalam dua tahap ini rencananya akan mulai dibuka pada  Contoh Soal PPPK 2019 - Seleksi Kompetensi P3K eks Honorer K2 Penyuluh Pertanian

Akan tetapi berdasarkan isu yang berkembang, pemerintah berencana akan menunda penerimaan PPPK ini sehabis pemilihan umum serentak 17 April 2019 nanti.

Contoh Soal PPPK Penyuluh Pertanian


Adapun seleksi penerimaan PPPK ini akan dilakukan dalam dua tahap, yakni:

Tahap Pertama - Khusus Eks Tenaga Honorer Kategori II (K2)
Tahap Kedua - Untuk Formasi Umum

Rekrutmen P3K ini dilaksanakan pemerintah dengan tujuan untuk mengisi dan meningkatkan akselerasi kapasitas organisasi pemerintah dalam mencapai tujuan strategis organisasi.

Seperti dikutip dari laman www.menpan.go.id akan ada sekitar 150.000 PPPK yang dibutuhkan untuk mengisi gugusan yang ada, termasuk didalamnya penerimaan PPPK penyuluh pertanian.

Untuk Anda tenaga Honorer Kategori II (K2) penyuluh pertanian, yang memenuhi syarat manajemen dan akan mengikuti seleksi penerimaan PPPK, mulailah mencar ilmu mempersiapkan diri dalam mengikuti seleksi kompetensi PPPK ini.

Penerimaan PPPK ini sama halnya dengan penerimaan CPNS, yakni dilakukan melalui beberapa tahapan seleksi pengadaan.

Adapun tahapan seleksi tersebut berupa tahapan seleksi administrasi, yang dilakukan untuk mencocokkan persyaratan manajemen dan kualifikasi dengan dokumen para pelamaran.

Serta tahapan seleksi kompetensi, yang dilakukan untuk menilai kesesuaian kompetensi manajerial, kompetensi teknis, dan kompetensi sosial kultural yang dimiliki oleh pelamar dengan standar kompetensi jabatan.

Contoh Soal Seleksi Kompetensi PPPK Penyuluh Pertanian ini akan menjadi contoh pemerintah untuk menyeleksi penerimaan pegawai PPPK tahun 2019 nanti.

Oleh lantaran itu, persiapkan diri Anda dengan berlatih contoh soal tes seleksi kompetensi PPPK penyuluh pertanian serta memahami soal-soal seleksi kompetensi PPPK yang akan diujikan nantinya.

Aparatur Sipil Negara P3K, beradasarkan UU ASN, mempunyai hak dan kewajiban yang sama dengan PNS.

Oleh lantaran itu, dalam seleksi penerimaan PPPK penyuluh pertanian ini, pemerintah ingin melahirkan Pegawai ASN penyuluh pertanian yang profesional.

Persiapan yang matang dalam menghadapi tes seleksi penerimaan PPPK 2019 Penyuluh Pertanian yakni segalanya.

Hal ini dikarenakan lowongan PPPK Penyuluh Pertanian yang tersedia sangat terbatas kalau dibandingkan dengan jumlah pesertanya.

Sehingga sudah sanggup dipastikan bahwa persaingannya niscaya akan semakin ketat.

Belajar contoh soal penerimaan CPNS untuk seleksi penerimaan PPPK 2019 Penyuluh Pertanian dengan memahami bentuk soal tes seleksi kompetensi PPPK, akan sangat membantu Anda dalam mewujudkan harapan Anda menjadi Aparatur Sipil Negara.

Terkait soal tes seleksi P3K ini telah ditegaskan dalam pasal 19 Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 49 Tahun 2018 perihal Manajemen Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

Bahwa seleksi pengadaan PPPK dilaksanakan dalam 2 tahapan, yakni:
  • Seleksi administrasi; 
  • Seleksi kompetensi. 
Adapun yang dimaksud dengan Seleksi Administrasi PPPK yakni proses untuk mencocokkan persyaratan manajemen dan kualifikasi dengan dokumen para pelamaran.

Sedangkan Seleksi Kompetensi dilakukan untuk menilai kesesuaian kompetensi manajerial, kompetensi teknis, dan kompetensi sosial kultural yang dimiliki oleh pelamar dengan standar kompetensi jabatan.

Selanjutnya dalam pasal 22 Peraturan Pemerintah Nomor 49 tahun 2019, dijelaskan bahwa Seleksi Kompetensi Teknis PPPK terdiri atas:
  • Seleksi kompetensi PPPK untuk jabatan yang mensyaratkan sertifikasi profesi; 
  • Seleksi kompetensi PPPK untuk jabatan yang belum mensyaratkan sertifikasi profesi. 
Seleksi kompetensi teknis P3K untuk jabatan yang mensyaratkan sertifikasi profesi dilakukan dengan uji kompetensi untuk memilih peringkat.

Sedangkan seleksi kompetensi teknis P3K untuk jabatan yang belum mensyaratkan sertifikasi profesi dilakukan dengan uji kompetensi untuk memilih ambang batas kelulusan dan peringkat.

Jika penerimaan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja gugusan eks tenaga honorer K2 dengan kisi kisi soal kompetensi manajerial, kompetensi teknis, dan kompetensi sosial kultural,

Maka PPPK dari gugusan umum, ada ketentuan passing grade dan seleksi kompetensi dalam menyaring pelamar P3K.

Adapun kisi-kisi soal PPPK 2019 penyuluh pertanian ini berupa kompetensi manajerial, kompetensi teknis, dan kompetensi sosial kultural yang dimiliki oleh pelamar dengan standar kompetensi jabatan.

Karena itu Anda harus mempersiapkan diri Anda dengan mencar ilmu memahami soal kompetensi P3K penyuluh pertanian sesuai dengan kisi-kisi soal dalam PP Nomor 49 tahun 2018 tersebut.

1. Seleksi Kompetensi PPPK Manajerial Penyuluh Pertanian


Penyuluh pertanian yakni orang yang berperan dalam memberdayakan petani sebagai pelaku utama agribisnis semoga mereka bisa membuatkan usahataninya sesuai dengan kemampuan dan sumber daya lokal yang mereka miliki.

Penyuluhan pertanian yang diberikan melalui sistem pendidikan orang cukup umur bertujuan untuk mengubah sikap petani semoga mereka sanggup bertani dengan baik, hidup lebih layak, serta berbisnis dengan baik

Seleksi kompetensi PPPK Manajerial ini untuk melihat pengembangan kompetensi sebagai dasar dalam pengangkatan jabatan dan pengembang-an karir pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja.

Kompetensi yakni kemampuan, kecakapan, keadaan berwenang, atau memenuhui syarat berdasarkan ketentuan yang berlaku.

Kompetensi penyuluh pertanian yakni kemampuan seorang penyuluh pertanian dalam melaksanakan kewajiban-kewajibannya secara bertanggung jawab dan layak.

Makara kompetensi profesional penyuluh pertanian sanggup diartikan sebagai kemampuan dan kewenangan penyuluh pertanian dalam menjalankan profesinya.

Penyuluh pertanian yang kompenten dan profesional yakni penyuluh yang piawi dalam melaksanakan profesinya.

Sedangkan berdasarkan UU No 13/ 2003 perihal Ketenagakerjaan: Pasal 1(10):

Kompetensi yakni kemampuan kerja setiap individu yang meliputi aspek pengetahuan, keterampilan dan sikap kerja yang sesuai dengan standar yang ditetapkan.

Kompetensi yakni sebuah pernyataan terhadap apa yang seseorang harus lakukan ditempat kerja untuk mengambarkan pengetahuannya, keterampilannya dan sikap sesuai dengan standar yang dipersyaratkan, disamping itu juga harus meliputi lima dimensi dari kompetensi:

  • Kemampuan melaksanakan kiprah per kiprah - Tasks Skills
  • Kemampuan mengelola beberapa kiprah yang berbeda dalam pekerjaan - Task management skills
  • Tanggap terhadap adanya kelainan dan kerusakan pada  rutinitas kerja - Contingency management skills
  • Kemampuan menghadapi tanggung jawab dan harapan  dari lingkungan kerja/ Beradaptasi dengan lingkungan - Environment skills/job role
  • Kemampuan mentransfer kompetensi yang dimiliki dalam setiap situasi yang berbeda (situasi yang baru/ tempat) - Transfer skills

Dengan demikian kompetensi sanggup diartikan sebagai kemampuan seseorang yang terukur, meliputi:

  • Pengetahuan, 
  • Keterampilan, dan 
  • Sikap dalam menuntaskan suatu pekerjaan atau kiprah sesuai dengan performance (kemampuan kerja) yang ditetapkan.

Sedangkan untuk Manajerial ini berasal dari kata manajemen yang berarti pengelolaan, pengendalian, atau penanganan, atau perlakuan secara trampil untuk menangani sesuatu berupa Skillful treatment. 

Manajerial berafiliasi dengan pengelolaan organisasi, dalam mencapai suatu tujuan tertentu.

Kemampuan manajerial menekankan kepada konsep-konsep, teori, prinsip dan teknik pengelolaan. 

Manajemen mempunyai cirri-ciri ilmu pengetahuan sebagai berikut:
  • Tersusun secara sistematis atau teratur. 
  • Dapat dipelajari dan diajarkan 
  • Menggunakan metode-metode ilmiah. 
  • Mempunyai prinsip-prinsip tertentu. 
  • Dapat dijadikan teori. 
  • Obyektif dan Rasional.
Dari klarifikasi diatas, Anda sanggup mempelajari dan mengambil kesimpulan apa yang dimaksud dengan kompetensi manajerial.

Sehingga dengan demikian Anda sanggup mengira-ngira dan menebak contoh soal menyerupai apa yang akan keluar dalam penerimaan PPPK untuk kompetensi manajerial tersebut.

Sebagai contoh kami akan menunjukkan beberapa contoh soal mengenai kompetensi manajerial, yakni:

1. Fungsi manajemen berdasarkan Henry Fayol adalah  ...

a. Planning, Staffing, Reporting, Budgeting, Coordinating, Organizing, Directing
b. Planning, Actuating, Organizing, Controlling
c. Planning, Organizing, Conditioning, Motivating, Controlling
d. Planning, Organizing, Coordinating, Comanding, dan Controlling
e. Planning, Staffing, Directing,  Organizing, Controlling

Kunci jawaban: d. Planning, Organizing, Coordinating, Comanding, dan Controlling

2. Salah satu kiprah Manajemen puncak yaitu ...

a. Bertanggung jawab pada lower management.
b. Menetapkan kebijakan operasional
c. Melakukan semua pekerjaan tingkat operasional.
d. Mengawasi pada pekerja.
e. Bertanggung jawab pada Middle Management.

Kunci jawaban: b. Menetapkan kebijakan operasional

3. Aliran manajemen yang pemikirannya fokus pada perjuangan untuk mencapai kepuasan pelanggan yakni ajaran ...

a. analisis system
b. klasik
c. perilaku
d. Manajemen mutu
e. manajemen ilmiah

Kunci jawaban: d. Manajemen mutu

4. Jenis keterampilan yang harus dimiliki oleh seorang manajer yaitu ...

a. perencanaan, organisasi, dan evaluasi
b. formal, informal, dan teksnis
c. formal, konseptual, dan teknis
d. teknis, formal, dan manajerial
e. kemanusian, konseptual, dan teknis

Kunci jawaban: e. kemanusian, konseptual, dan teknis

5.  Studi ilmu manajemen sangat perlukan semua organisasi lantaran banyak sekali alasan berikut, kecuali ...

a. Memperlancar kiprah sehari-hari
b. Mencapai tujuan organisasi
c. Mencapai efisiensi organisasi
d. Menghilangkan potensi konflik dalam organisasi
e. Mencapai efektifitas organisasi

Kunci jawaban: d. Menghilangkan potensi konflik dalam organisasi

6. Bapak Pohan mempunyai keahlian dalam merencananakan bentuk kemasan semua produk. Hal tersebut menimbulkan tampilan produk sangat menarik sehingga meningkatkan penjualan produk. Beliau yakni orang yang sempurna melaksanakan acara manajemen di bidang ...

a. Perkantoran
b. Produksi atau Operasional
c. Personalia
d. Keuangan
e. Pemasaran

Kunci jawaban: b. Produksi atau Operasional

7. Berikut ini yang tidak termasuk fungsi manajemen berdasarkan G.R. Terry yaitu ...

a. Controlling
b. Planning
c. Actuating
d. Organizing
e. Directing

Kunci jawaban: e. Directing

2. Seleksi Kompetensi Teknis PPPK Penyuluh Pertanian

Tes Kompetensi Dasar (TKD) terdiri dari:


1. Tes Intelegensia Umum (TIU)
2. Tes Wawasan Kebangsaan (TWK)
3. Tes Karakteristik Pribadi (TKP)

A. Tes Inteligensia Umum (TIU)


A. Kemampuan verbal yaitu kemampuan memberikan isu secara verbal maupun tulis;
B. Kemampuan numerik yaitu kemampuan melaksanakan operasi perhitungan angka dan melihat hubungan diantara angka-angka;
C. Kemampuan berpikir logis yaitu kemampuan melaksanakan pikiran sehat secara runtut dan sistematis
D. Kemampuan berpikir analitis yaitu kemampuan mengurai suatu permasalahan secara sistematik.

Lihat: Kumpulan Soal Tes Intelegensia Umum

B. Tes Wawasan Kebangsaan (TWK)


1. Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika ;
2. UUD 1945;
3. Negara Kesatuan Republik Indonesia:

Lihat: Kumpulan Soal Tes Wawasan Kebangsaan

C. Tes Karakteristik Pribadi (TKP)


Lihat: Kumpulan Soal Tes Karakteristik Pribadi

3. Seleksi Kompetensi Sosial Kultural PPPK Penyuluh Pertanian


Sosial kultural/ sosio kultural merupakan bab dari soft competence lantaran berasal dari individu.

Kemampuan kompetensi sosio kultural ini merupakan pondasi untuk menopang kemampuan manajerial dan kemampuan teknis.

Kompetensi yakni seperangkat pengetahuan, ketrampilan dan sikap sikap yang diharapkan dalam bekerja.

Kompetensi dibagi lagi menjadi dua, yakni:

  1. Hard Competency 
  2. Soft Competency. 

Hard Competency yakni pengetahuan dan kemampuan teknis yang diharapkan dalam pekerjaan, yakni kemampuan teknis, menyerupai perencanaan, keterampilan, SKD, TPA, dan lain-lain.

Soft Competency yakni seperangkat kemampuan memahami dan mengendalikan diri sendiri, memahami dan membina hubungan dengan orang lain, menjadi eksklusif yang lebih etis.

Aspek yang dikembangkan dalam soft competency meliputi:

  • Knowledge, 
  • Competence, 
  • Skill, dan 
  • Attitude 

Soft Competency terdiri atas 35 Aspek, yang meliputi:

  • Thinking 8 Aspek, 
  • Working 12 Aspek, 
  • Relating 15 Aspek. 

Thinking yakni kemampuan berpikir strategis atau konseptual untuk mengatasi permasalahan organisasi. Thinking terdiri atas:

  • Visioning, 
  • In depth Problem Solving, 
  • Adapting to Change. 

Relating yakni kemampuan bergaul dan membina hubungan dengan orang/ pihak lain di dalam dan luar organisasi. Relating terdiri atas:

  • Team Work and Collaboration, 
  • Relationship Management, 
  • Interpersonal Communication, 
  • Meeting Contribution. 

Working yakni kemampuan merencanakan, melaksanakan, mengendalikan, dan menghasilkan kinerja.  Working terdiri atas:

  • Quality Focus, 
  • Continous Improvement, 
  • Policies, 
  • Process and Procedure, 
  • Stake Holder Focus.

Kompetensi sosio kultural sangat penting bagi ASN lantaran insan merupakan makhluk sosial sehingga perlu berinteraksi dengan individu lain.

Karena, tidak jarang konflik-konflik sesama pegawai ASN lahir dari adanya perbedaan sosio kultural.

Sehingga metode-metode yang dipakai dalam penyelesaian konflik harus melihat sisi sosio kultural dengan sudut pandang yang tepat.

Berdasarkan temuan data di lapangan, banyak aparatur yang kurang memahami pentingnya peranan aspek sosio kultural dalam penerapan UU ASN.

Meskipun pada kenyataan yang sesungguhnya aparatur ASN di kawasan telah mencicipi aspek ini tanpa disadari.

Sosio Kultural berbeda dengan Manajerial dan Teknis.

Sosio Kultural merupakan soft competence lantaran berasal dari individu, yang meliputi:

  • Sistem integritas dan manajemen diri, 
  • Keteladanan dan kepeloporan, 
  • Membangun budaya organisasi, 
  • Membangun aksara kepribadian 
  • Nasionalisme pelayanan publik.

Dari pembahasan mengenai kompetensi sosial kultural tersebut, Anda sanggup mengerti dan memahami apa itu manajemen sosial kultural penyuluh pertanian.

Sehingga dengan demikian, Anda sanggup menjawab bentuk soal perihal kompetensi sosial kultural dalam seleksi penerimaan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja - PPPK ini.

Seleksi Wawancara PPPK Penyuluh Pertanian


Mulailah belajar, mencari dan mengumpulkan banyak sekali bentuk contoh soal PPPK penyuluh pertanian, serta mulai mempelajari dan menguasai semua bentuk soal yang akan diujikan nanti. Selamat berjuang!

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel