Gap Year Itu Apa Sih? Simak Klarifikasi Berikut!

Motivasi seseorang untuk kuliah yakni untuk menerima penghidupan yang layak dengan pekerjaan yang ia sanggup sesudah selesai kuliah. Namun, seiring perkembangan teknologi muncul tren gap year pada kalangan anak kuliahan ketika ini, sebetulnya apa itu gap year?


Gap Year ini sama dengan keputusan seseorang atau seorang mahasiswa untuk menentukan cuti dari acara berguru di kampus. Meskipun, belum banyak orang yang terkesan dengan konsep ini, tetapi ini merupakan salah satu alternatif bagi seorang mahasiswa.


Penjelasan Singkat Apa Itu Gap Year


Banyak yang tidak banyak tahu dengan apa itu gap year, gap year bukanlah momok yang angker bagi seorang mahasiswa tetapi kebiasaan menunda sanggup diartikan sesuatu yang jelek bagi seseorang tersebut termasuk seorang mahasiswa.


Kebiasaan menunda ini niscaya pernah dirasakan bagi kebanyakan orang, terlebih bila orang tersebut masih berkutat dengan aneka macam mata kuliah di tempat ia menuntut ilmu sebagai seorang mahasiswa dan hal tersebut ada hubungannya dengan istilah Gap Year.


Jadi, apa sebetulnya Gap Year itu? Dilansir dari Thesaurus.com, gap year atau yang dikenal dengan istilah sabbatical year merupakan sebuah periode atau masa dimana seseorang mengambil jeda atau rehat dari sekolah/universitas atau tempat ia menuntun ilmu.


Gap year atau sanggup disebut dengan istilah cuti ini diambil oleh mahasiswa atau seorang siswa untuk berpergian, bekerja, atau menjadi voluntir. Hal ini biasanya dilakukan sesudah lulus Sekolah Menengah Atas (SMA) sebelum memulai kuliah.


Tren gap year ternyata tak lepas dari sejarah masa lalu, gap year merupakan salah satu tradisi cowok Jerman sebelum Perang Dunia I. Mereka melaksanakan gap year untuk berkliling Eropa sebagai proses pendewasaan dan menemukan jati diri.


Seiring dengan perkembangan jaman, pada tahun 1970’an tradisi gap year menjelma sebuah tren yakni backpacking atau traveling ke daerah lain khususnya benua Asia yang dipopulerkan dengan buku panduan travel, Lonely Planet.


Di Amerika Serikat konsep gap year ini gres diperkenalkan pada tahun ’80an. Selain di Eropa dan Asia, tradisi gap yea ini sudah menyebar ke penjuru dunia menyerupai Ghana, Afrika Selatan, Veneuela, Australia dan Selandia Baru.


Tradisi ini semakin terkenal di Amerika Serikat sesudah putri Barack Obama, Malia Obama mengumumkan rencananya mengambil gap year sebelum lanjut kuliah di Universitas Harvard. Malia mengisi masa gap year-nya dengan beragai acara menyerupai magang dan menemani ayahnya melaksanakan kiprah kenegaraan.


Alasan Mengambil Gap Year


Menunda kuliah atau mengambil cuti kuliah bukanlah hal yang sepele dan main-main. Keputusan tersebut memerlukan pemikiran dan renana yang matang sebelum benar-benar mengambil keputusan untuk gap year.


Menurut penelitian yang dilakukan oleh Karl Haigler dan Rae Nelson pada tahun 2013. Seseorang atau anak yang mengambil cuti sekolah atau kuliah sebagai kesempatan beristirahat dan menjernihkan pikiran sesudah menghabiskan sebagian besar waktu dan hidupnya di dingklik sekolah.


Selain itu, gap year sanggup menciptakan seseorang bisa menyiapkan diri untuk lanjut kuliah. Sementara itu, alasan lain menyebut bahwa seseorang ingin lebih mengenal diri mereka sendiri sebelum melaksanakan janji untuk hidup.


Sebagian besar perguruan tinggi di negara-negara barat menyambut tren gap year ini sebgai hal yang positif. Menurut mereka, semua mahasiswa dan staf karyawan universitas cenderung mempunyai kemampuan lebih ketimbang mereka yang tak melakukannya.


Pangeran William, Benedict Cumberbatch da J.K Rowling merupakan beberapa nama terkenal yang pernah mengambil masa cuti kuliah atau gap year sebelum balasannya tren itu terkenal di Amerika Serikat.


Gap year sanggup memperlihatkan seseorang pelajaran yang tidak pernah di sanggup ketika ia duduk di dingklik sekolah. Tidak ada tekanan, tidak ada rutinitas, Anda sanggup pergi kemana saja kapan pun sesuai dengan impian hati.


Kenyataan hidup yang sesungguhnya sangat berbeda jauh dari apa yang sering dipelajari di sekolah. Ketika seseorang melaksanakan salah di sekolah, maka kesalahan tersebut sanggup dengan gampang untuk diperbaiki.


Sebaliknya, bila seseorang melaksanakan kesalahan di dunia nyata, maka ia akan membutuhkan waktu yang usang untuk memperbaiki hal itu, bahkan kemungkinan untuk tidak sanggup memperbaiki sangat tinggi.


Gap year juga disebut dengan masa pendewasaan diri, pada masa tersebut anak muda meninggalkan rumah mereka untuk sanggup berguru hidup mandiri. Anak-anak tersebut tidak akan sekedar melaksanakan apa yang mereka sukai tetapi juga mencari keterampilan yang tak mereka sanggup di sekolah.


Yang paling utama tentunya yakni kesempatan untuk lepas dari rutinitas, melaksanakan hal yang kau suka, menyebarkan diri, berlatih bertanggung jawab dan mempunyai kemampuan mengambil keputusan.


Apa Saja Kegiatan Selama Gap Year?


Tidak sulit untuk menentukan acara apa yang dipilih selama masa gap year atau masa cuti kuliah. Pada umumnya, seseorang akan menentukan untuk melaksanakan perjalanan keluar dari rasa nyaman, membuka wawasan dan menambah pengalaman hidup.


Lebih dari itu mereka yang melaksanakan acara pada masa gap year juga sanggup saling mengenal budaya berbeda dari tempat yang mereka tuju tersebut. Bertukar budaya dan memahami satu sama lain peradaban berbeda dari mereka.


Menghabiskan masa gap year juga sanggup dilakukan di kota asal, menyerupai dengan turut serta menjadi relawan organisasi sosial, kursus keterampilan, magang, bekerja paruh waktu atau sanggup mengekspresikan diri.


Mengekspresikan diri artinya Anda sanggup melaksanakan sesuatu yang Anda suka dengan cara Anda dan sesuai dengan kata hati. Hal itu sanggup berupa seperi, menulis buku, menciptakan film dan sebagainya. Setiap orang punya imajinasi yang tak berbatas.


Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel