Soal Skb Tubuh Sentra Statistik - Skb Bps Cpns 2019

Soal SKB Badan Pusat Statistik - BPS ini ialah salah satu pola soal latihan untuk ujian seleksi penerimaan CPNS bagi peserta CPNS yang lulus SKD CPNS Badan Pusat Statistik (BPS).

Soal SKB ini berisi soal-soal tes yang berkaitan dengan jabatan yang dilamar oleh peserta seleksi CPNS, yakni soal SKB BPS.

Pada soal-soal SKB BPS ini, Anda cukup berkonsentrasi pada mengerjakan soal-soal yang berbasis CAT (computer assistet test) SKB untuk deretan atau jabatan di Badan Pusat Statistik yang Anda lamar.

Untuk itu, semoga dalam tes SKB CPNS 2019 nanti nilai Anda cukup memuaskan, maka Anda harus berusaha keras, berguru dan mencari kisi-kisi soal Tes SKB BPS CPNS 2019, semoga sanggup lolos tes kompetensi bidang ini.

 BPS ini ialah salah satu pola soal latihan untuk ujian seleksi penerimaan CPNS bagi pe Soal SKB Badan Pusat Statistik - SKB BPS CPNS 2019

Ketahui dan pahami jenis deretan yang anda lamar, yang bisa Anda lihat menurut klarifikasi dari BKN ini.

Soal SKB Badan Pusat Statistik CPNS 2019


Jika posisi jabatan yang Anda lamar tidak ada dalam daftar tersebut dalam link diatas, berarti posisi jabatan yang Anda lamar ialah JP atau Jabatan Pelaksana.

Kami hadir disini untuk membantu Anda mengenal bentuk-bentuk soal CPNS yang akan diujikan nanti.

Baik itu soal SKD CPNS 2019 maupun soal SKB CPNS 2019.

Untuk Soal SKD CPNS telah kami berikan dalam situs ini lengkap dengan tips dan trik dalam menjawab pola soal nya.

Sedangkan untuk soal SKB CPNS, telah kami bagi dalam beberapa bagian, yakni:

Soal SKB Tenaga Kependidikan - Guru CPNS 2019
Soal SKB Tenaga Kesehatan CPNS 2019
Soal SKB Kementerian dan Lembaga CPNS 2019

Dan dalam materi soal SKB Badan Pusat Statistik kali ini kami akan menunjukkan pola soal latihan tes SKB BPS CPNS 2019.

Contoh soal cpns skb (Tes Seleksi Kompetensi Bidang) BPS CPNS 2019 ini kami berikan secara gratis.

Sebagai persiapan dan latihan soal untuk Anda dalam menghadapi semua tahapan tes SKB seleksi penerimaan CPNS 2019 nanti.

Namun sebelum itu, kami ingin mengingatkan kepada Anda bahwa seleksi penerimaan CPNS itu ada 3 tahap, yakni:
  1. Seleksi Admnistrasi
  2. Seleksi Kompetensi Dasar
  3. Seleksi Kompetensi Bidang

Makara sebelum Anda mengikuti tahapan seleksi berupa soal ujian baik itu SKD maupun SKB, terlebih dahulu Anda harus lulus seleksi Administrasi.

Karena itu, sekali lagi kami ingatkan, akan lebih baik kalau Anda mempersiapkan segala jenis dokumen-dokumen penting persyaratan cpns yang dibutuhkan nanti mulai dari sekarang.

Sehingga untuk selanjutnya Anda hanya sibuk dalam mempersiapkan diri menghadapi soal-soal ujian SKD dan SKB CPNS saja.

Kisi kisi Latihan Contoh Soal SKB BPS CPNS 2019


Tidak bosan selalu kami ingatkan dan yakinkan kepada Anda bahwa, kini ini tidak ada lagi istilah sogok menyogok dalam hal penerimaan CPNS.

Kunci sukses untuk bisa menjadi CPNS hanya ada empat, yakni:

1. Kuatkan tekad dan niat
2. Giat berguru latihan soal CPNS dengan sungguh-sungguh, dan
3. Memohon dan berdoa kepada Tuhan YME agar bisa lulus dan menjadi CPNS
4. Meminta restu dan doa dari orang tua

Kami akan menunjukkan soal-soal cpns baik itu SKD maupun SKB sebagai perjuangan Anda dalam mempersiapkan diri menghadapi segala jenis dan bentuk soal yang akan diujikan dalam penerimaan CPNS 2019 nanti.

Modul Bahan SKB CPNS Badan Pusat Statistik


Berikut ini ialah modul atau materi berguru untuk menghadapi tes Seleksi Kompetensi Bidang Bada Pusat Statistik (BPS).

Statistik adalah kumpulan data dalam bentuk angka maupun bukan angka yang disusun dalam tabel, daftar dan diagram yang menggambarkan (berkaitan) dengan suatu penelitian.

Contoh:
  • Statistika penduduk, 
  • Statistika kelahiran, 
  • Statistika pertanian, 
  • Statistika produksi, dan lain-lain.

Sedangkan statistika adalah pengetahuan yang berkaitan dengan metodre, teknik atau cara untuk mengumpulkan data, mengolah data, menyajikan data, menganalisis data, dan menarik kesimpulan atau menginterpretasikan data.

Contoh:
  • Nilai rata-rata ujian mata kuliah geometri ialah 75 dengan standar deviasi 10. 
  • Rata-rata penghasilan penduduk di suatu kota ialah sebesar Rp 6.000.000,00 pertahun dengan standar deviasi Rp 500.000,00

Data statistik adalah kumpulan dari catatan keterangan atau ilustrasi mengenai sesuatu hal yang diperoleh dari sebuah penelitian yang bisa berbentuk kategori.

Contoh:
  • rusak, 
  • baik, 
  • senang, 
  • puas, 
  • berhasil, 
  • gagal, dan sebagainya.

Data diskrit ialah data yang diperoleh dari hasil menghitung atau membilang.

Contoh:
  • Keluarga A memiliki lima anak pria dan tiga anak perempuan. 
  • Kabupaten B sudah membangun 85 gedung sekolah. 
  • Di Unversitas Pelita Harapan ada fakultas yaitu fakultas ekonomi, fakultas industry, fakultas teknik sipil dan perencanaan, dan fakultas seni rupa dan desain.

Data kontinu ialah data yang diperoleh dari hasil pengukuran.

Contoh:
  • Tinggi tubuh Ani ialah 152 cm. 
  • Luas lapangan parkir C ialah 100 m2. 
  • Kecepatan kendaraan beroda empat F ialah 100 km/jam.  Volume kaleng A ialah 20 liter.

Data kuantitatif adalah data yang bisa diangkakan atau dikuantifikasikan/ data yang tidak berbentuk bilangan/ angka.

Contoh:
  • Penilaian kecantikan Desi Ratnasari antara si A dan si B berbeda.

Data kualitatif adalah data yang tidak bisa diukur dengan angka atau data yang tidak bisa diangkakan/ data yang berbentuk bilangan/angka.

Contoh:
  • Data ihwal mutu atau kulaitas gabah bisa dinyatakan dengan kurang, sedang, baik dan sangat baik.

Atribut ialah suplemen atau kategori.

Contoh:
  • Sembuh, 
  • rusak, 
  • gagal, 
  • berhasil dan sebagainya.

Data intern ialah data yang diperoleh dari dalam suatu instansi (lembaga, organisasi).

Contoh:
  • Perusahaan A pada tahun 1999 memiliki pegawai sebanyak 100 orang, biaya operasional perusahaan sebesar 2 milyar rupiah dan laba perusahaan ialah sebesar 1 milyar rupiah.

Data ekstern adalah data yang diperoleh dari sumber lain dari suatu objek untuk perbandingan.

Contoh:
  • Pada tahun yang sama perusahaan B memiliki pegawai pegawai sebanyak 80 orang, biaya operasional 1,5 milyar rupiah, dan laba perusahaan ialah 2,3 milyar rupiah. Jadi, prestasi perusahaan A lebih jelek daripada perusahaan B, alasannya ialah dengan jumlah pegawai yang lebih banyak, biaya operasional lebih besar, tetapi untungnya lebih kecil daripada perusahaan B.

Data primer ialah data yang diperoleh pribadi dari sumber data.

Contoh:
  • Untuk mengetahui prestasi siswa kelas A guru melaksanakan ujian pribadi dalam kelas tersebut.

Data sekunder ialah data yang didapatkan bukan dari sumber data langsung, melainkan dari sumber lain.

Contoh:
  • Untuk mengetahui prestasi siswa kelas A dosen meminta transkrip nilai dari BAK.

Data mentah ialah data yang belum mengalami pengolahan apapun.

Contoh:
  • Nilai siswa yang diperoleh dari ujian kelas langsung.

Sensus adalah mengumpulkan data dengan jalan mencatat atau meneliti seluruh elemen yang menjadi objek penelitian.

Contoh:
  • Semua orangtua mahasiswa yang dikenai penelitian. 

Sampling adalah cara mengumpulkan data dengan jalan mencatat atau meneliti sebagian kecil dari seluruh elemen yang menjadi objek penelitian.

Contoh:
  • Sebagian dari semua orangtua mahasiswa yang ditanyai ihwal apa itu pendidikan. 

Populasi ialah suatu keseluruhan pengamatan atau objek yang menjadi perhatian kita.

Contoh:
  • Penelitian terhadap adanya rambutan bacin dalam satu truk. 

Sampel adalah bab kecil dari populasi yang menjadi perhatian kita.

Contoh:

  • Pengamatan terhadap rambutan bacin dengan mengambil satu ikat.

Statistik penduduk ialah statistika yang membahas atau mempelajari dan membuatkan prinsip-prinsip, metode dan mekanisme yang perlu ditempuh atau dipergunakan dalam rangka pengumpulan, penyusunan, penyajian, penganalisisan materi keterangan yang berwujud angka mengenai hal-hal yang berkaitan dengan problem penduduk.

Contoh:
  • Jumlah penduduk yang mengalami busung lapar di kawasan Batang sebanyak 128 orang.

Statistik keuangan ialah statistika yang membahas atau mempelajari dan membuatkan prinsip-prinsip, metode dan mekanisme yang perlu ditempuh atau dipergunakan dalam rangka pengumpulan, penyusunan, penyajian, penganalisisan materi keterangan yang berwujud angka mengenai hal-hal yang berkaitan dengan problem keuangan.

Contoh:
  • Pengeluaran/ belanja negara di Asia Pasific rata-rata mencapai 555 juta dolar pertahun.

Statistik pertanian adalah statistika yang membahas atau mempelajari dan membuatkan prinsip-prinsip, metode dan mekanisme yang perlu ditempuh atau dipergunakan dalam rangka pengumpulan, penyusunan, penyajian, penganalisisan materi keterangan yang berwujud angka mengenai hal-hal yang berkaitan dengan problem pertanian.

Contoh:
  • Harga beras tahun 2010 mencapai Rp 2.000,00 perkilo.

Statistik produksi adalah statistika yang membahas atau mempelajari dan membuatkan prinsip-prinsip, metode dan mekanisme yang perlu ditempuh atau dipergunakan dalam rangka pengumpulan, penyusunan, penyajian, penganalisisan materi keterangan yang berwujud angka mengenai hal-hal yang berkaitan dengan problem produksi.

Contoh:
  • PT. AwamNet setiap tahun memproduksi pakaian dalam perempuan sebanyak 2000 pasang pertahun.

Statistik pendidikan adalah statistika yang membahas atau mempelajari dan membuatkan prinsip-prinsip, metode dan mekanisme yang perlu ditempuh atau dipergunakan dalam rangka pengumpulan, penyusunan, penyajian, penganalisisan materi keterangan yang berwujud angka mengenai hal-hal yang berkaitan dengan problem pendidikan.

Contoh:
  • Nilai rata-rata mahasiswa UI Jakarta jurusan matematika mencapai 85 tahun 2012.

Statistik kesehatan ialah statistika yang membahas atau mempelajari dan membuatkan prinsip-prinsip, metode dan mekanisme yang perlu ditempuh atau dipergunakan dalam rangka pengumpulan, penyusunan, penyajian, penganalisisan materi keterangan yang berwujud angka mengenai hal-hal yang berkaitan dengan problem kesehatan.

Contoh:
  • Jumlah penderita HIV bertambah 15% pertahunnya.

Statistik kecelakaan adalah statistika yang membahas atau mempelajari dan membuatkan prinsip-prinsip, metode dan mekanisme yang perlu ditempuh atau dipergunakan dalam rangka pengumpulan, penyusunan, penyajian, penganalisisan materi keterangan yang berwujud angka mengenai hal-hal yang berkaitan dengan problem kecelakaan.

Contoh:
  • Jumlah kecelakaan di jalan Pantura tahun 2010 mencapai 215 kecelakaan dengan korban meninggal mencapai 150 jiwa.

Statistik kematian adalah statistika yang membahas atau mempelajari dan membuatkan prinsip-prinsip, metode dan mekanisme yang perlu ditempuh atau dipergunakan dalam rangka pengumpulan, penyusunan, penyajian, penganalisisan materi keterangan yang berwujud angka mengenai hal-hal yang berkaitan dengan problem kematian.

Contoh:
  • Jumlah rata-rata kematian di Indonesia mencapai 2000 jiwa pertahun.

Statistik ekonomi adalah statistika yang membahas atau mempelajari dan membuatkan prinsip-prinsip, metode dan mekanisme yang perlu ditempuh atau dipergunakan dalam rangka pengumpulan, penyusunan, penyajian, penganalisisan materi keterangan yang berwujud angka mengenai hal-hal yang berkaitan dengan problem ekonomi.

Contoh:
  • Pertumbuhan ekonomi di Indonesia menggeliat sebesar 5 %.

Statistik perusahaan ialah statistika yang membahas atau mempelajari dan membuatkan prinsip-prinsip, metode dan mekanisme yang perlu ditempuh atau dipergunakan dalam rangka pengumpulan, penyusunan, penyajian, penganalisisan materi keterangan yang berwujud angka mengenai hal-hal yang berkaitan dengan problem perusahaan.

Contoh:
  • Perusahaan swasta di Indonesia bertambah 2,5% tiap tahunnya.

Statistika deskriptif ialah fase statistika dimana hanya berusaha melukiskan dan menganalisis kelompok yang diberikan tanpa memuat atau menarik kesimpulan ihwal populasi atau kelompok yang lebih besar.

Contoh:
  • Nilai hasil ujian Geometri di kelas B ialah 9, 8, 8, 7, 6, 6 dan 5. 

Statistika induktif ialah fase statistika yang bekerjasama dengan kondisi-kondisi dimana kesimpulan demikian diambil.

Contoh:
  • Nilai rata-rata kelas B ialah 7 dan siswa-siswa kelas B termasuk pintar.

Cara takbias atau cara dengan nilai kasatmata (True Value) ialah cara yang sedemikian rupa sehingga diharapkan hasil yang sesuai dengan keadaan yang sebenarnya.

Nilai kasatmata dari suatu angka ialah kawasan dalam suatu deret angka, yang diwakili oleh nilai relative.

Contoh:
  • Pengundian mata uang logam atau pengambilan sampel. 
  • Nilai kasatmata dari angka 5 ialah kawasan antara (5 – 0,5) hingga denagn (5+0,5). 
  • Jadi nilai kasatmata dari angka ialah kawasan antara 4,5 – 5,5. 

Cara bias atau nilai relative (Relative Value) ialah cara yang didapat melalui pembiasan-pembiasan (perkiraan-perkiraan) sehingga akhirnya tidak sama persis dengan keadaan yang sebenarnya.

Nilai relatif dari suatu angka atau bilangan ialah nilai yang ditunjukkan oleh angka atau bilangan itu sendiri.

Contoh:
  • Sensus
  • Nilai relatif dari bilangan 5 ialah bilangan itu sendiri. Nilai relatif dari bilangan 27 ialah bilangan itu sendiri.

Yang harus dilakukan sebaiknya dengan cara tak bias alasannya ialah cara ini lebih akurat dalam mendapat hasil sesuai dengan keadaan yang sebenarnya.

Sensus kita lakukan apabila populasi yang akan kita teliti jumlahnya tak terbatas.

Sampling kita lakukan apabila populasi yang akan kita teliti jumlahnya terbatas dan hanya sebagian.

Populasi takhingga ialah populasi yang tidak diketahui hingga berapa jumlah dari populasi tersebut alasannya ialah batas dari populasi tersebut tidak bisa diperkirakan.

Contoh:
  • Kita akan meneliti seberapa berat pencemaran limbah minyak pada air samudra hindia. 

Populasi terhingga ialah dimana anggota didalam populasi tersebut sanggup diperkirakan jumlahnya.

Contoh:
  • Dampak televisi pada anak kelas V SD Purwodadi.

Berikut sensus sensus yang pernah dilakukan oleh pemerintah:
  • Sensus penduduk, yang dilakukan 10 tahun sekali, 
  • Sensus penduduk miskin, untuk mendapat BLT, 
  • Sensus masyarakat kurang mampu, untuk mendapat raskin dan askes.

Hal-hal yang perlu diperhatikan dikala kita hendak menyusun angket adalah:
  • Siapkan dan rencanakan baik-baik keseluruhannya mencakup tenaga, materi bahan dan biaya. 
  • Pertanyaan-pertanyaan harus singkat, jelas, tidak menjadikan macam macam penafsiran dan gampang dimengerti. 
  • Tujukan pertanyaan-pertanyaan kepada objek atau problem yang sedang diteliti.
  • Ajukan pertanyaan-pertanyaan yang pantas, sopan dan usahakan tidak menyinggung perasaan calon responden.

Data perlu diperiksa kembali sebelum pengolahan dilakukan untuk menghindarkan terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan misalnya, kekeliruan ataupun ketidakbenaran ihwal data.

Hal ini untuk mengantisipasi tidak beresnya alat pengukur, tidak telitinya orang membaca alat-alat untuk mendapat data dan tidak cukupnya waktu mengadakan pencatatan atau menyalin data akan menghasilkan data yang kebenarannya tidak dipercaya.

Untuk menjelaskan sifat-sifat populasi, penelitian telah dilakukan secara sampling, dan sampel yang harus diambil ialah hanya sebagian saja dari populasi yang diteliti.

Sampling pun harus dilakukan dengan benar dan mengikuti cara-cara yang sanggup dipertanggungjawabkan semoga kesimpulannya sanggup dipercaya. Sampel juga harus repesentif, berarti segala karakteristif populasi tercerminkan dalam sampel yang diambil.

Aturan 3 untuk pembulatan bilangan disebut hukum genap terdekat.

Aturan ganjil terdekat yang diambil untuk menciptakan keseimbangan antara pembulatan ke atas dan pembulatan ke bawah.

Jika yang harus dihilangkan itu terdiri atas angka 5 atau 5 diikuti oleh angka-angka nol.

Apabila angka didepan genap dibulatkan menjadi ganjil terdekat dan apabila didepan ganjil tetap ganjil.

Kedua hukum tersebut (aturan genap terdekat dan hukum ganjil terdekat) kekuatan penggunaannya tidak sama.

Makara kita harus memakai salah satu hukum tersebut untuk diterapkan pada suatu masalah.

Tidak bisa kita gunakan bersama-sama.

Contoh:
  • 4,5 + 7,50 + 1,500 + 6,5 = 20, 000 (menjadi 20 kalau dibulatkan hingga satuan)
  • 5 + 8 + 2 + 7 = 22 (tiap suku dibulatkan tanpa memakai hukum 3)
  • 5 + 7 + 1 + 7 = 20 (tiap suku terbulatkan hingga satu satuan dengan memakai hukum 3 di atas)

Data diskrit adalah data yang diperoleh dari hasil menghitung atau membilang.

Contoh:
  • Keluarga A memiliki dua anak pria dan tiga anak perempuan. Kabupaten B sudah membangun 65 gedung sekolah baru.
Keluarga A Merupakan data diskrit, alasannya ialah hasil menghitung, dan Kabutapen B Merupakan data kontinu, alasannya ialah hasil pengukuran

Untuk pola soal latihan SKB Badan Pusat Statistik - BPS CPNS 2019, berikut kami berikan kisi-kisi pola soalnya.

1. Apabila dilakukan uji hipotesis H0:p=1/3 dengan H1:p=2/5 untuk T1 dan T2 dengan tingkat siginfikasi α sama dan kuasa kedua uji sama, dan apabila T1 memerlukan data sebesar 15 dan uji untuk T2 memerlukan data 21 maka efisiensi relatif T1terhadap T2  adalah ...
A. 0,13
B. 0,71
C. 1,40
D. 1,76

Pemahasan:

Karena efisiensi relatif T2 terhadap T2 adalah n/ n1 = 21/15=1,40

2. Apabila diketahui nilai statistik T = [R(X,i) - R(Yi)]2 = 67,15 banyak sampel data ialah 18 maka korelasi rank spearman ρ ialah ..
A. 0,069
B. 0,082
C. 0,918
D. 0,931

Pembahasan:

 BPS ini ialah salah satu pola soal latihan untuk ujian seleksi penerimaan CPNS bagi pe Soal SKB Badan Pusat Statistik - SKB BPS CPNS 2019

3. Suatu sampel random dengan n= l0, diambil dari suatu populasi yang tidak diketabui fungsi distribusinya:
 BPS ini ialah salah satu pola soal latihan untuk ujian seleksi penerimaan CPNS bagi pe Soal SKB Badan Pusat Statistik - SKB BPS CPNS 2019

S(x) ialah nilai fungsi distribusi empiris
F*(x) ialah nilai fungsi yang dihipotesiskan

Dengan memakai uji kecocokan Kolmogorov maka nilai |F*(x = 4,5) - S (x= 4,5)| adalah:
A. 0,05
B. 0,15
C. 0,20
D. 0,25

Pembahasan:

 BPS ini ialah salah satu pola soal latihan untuk ujian seleksi penerimaan CPNS bagi pe Soal SKB Badan Pusat Statistik - SKB BPS CPNS 2019

4. Diketahui 2 sampel acak sebagai berikut:

Sampel I 70 71 73 69797475424862
Sampel II 78 47 72 64

Akan diuji hipotesis yang menyampaikan bahwa fungsi distribusi populasi dimana dua sampel itu diambil ialah identik.

H0 : F(x) = G(x) untuk semua x, -∞<x<∞
H0 : F(x) = G(x) untuk paling sedikit x

Maka statistik uji Smirnov T1 Adalah ...
A. 0,0
B. 0,1
C. 0,2
D. 0,3

Pembahasan:

 BPS ini ialah salah satu pola soal latihan untuk ujian seleksi penerimaan CPNS bagi pe Soal SKB Badan Pusat Statistik - SKB BPS CPNS 2019

5.
No. urut Kelas interfal F
1 30-39 1
2 40-49 4
3 50-59 14
4 60-69 20
5 70-79 22
6 80-89 12
7 90-99 2

Panjang kelas interval tabel distribusi frekuensi di atas ialah ….
A. 9
B. 10 
C. 11
D. 12

Pembahasan:

Karena 10 merupakan selisih batas atas dan batas bawah

6. Diberikan diagram lingkaran sebaran “Kesukaan Siswa pada 5 Mata Pelajaran” sebagai  berikut:

 BPS ini ialah salah satu pola soal latihan untuk ujian seleksi penerimaan CPNS bagi pe Soal SKB Badan Pusat Statistik - SKB BPS CPNS 2019

Jika diketahui jumlah seluruh siswa 120 orang maka banyaknya siswa yang  pelajaran matematika adalah….
A. 15 orang
B. 20 orang 
C. 25 orang
D. 30 orang

Pembahasan:

Karena 20/120x100%=16,67%=17%

7. Simpangan kuartil dari data 2, 2, 3, 4, 4, 4, 5, 7, 9, 9 ialah ….
A. 2,50
B. 2,75
C. 4,50
D. 4,75

8. Luas di bawah kurva normal antara z = 0,42 dan z = 1,45 ialah ….
A. 0,1628
B. 0,2630
C. 0,4265
D. 0,5893

Pembahasan:

Benar, alasannya ialah luas dibawah kurval normal 0,42 < z < 1,45 = z1,45 - z0,42 = 0,2630

9. Salah satu keunggulan/kelebihan dari penggunaan statistika nonparametrik adalah:

A. mekanisme nonparametrik hanya membutuhkan asumsi distribusi normal
B. mekanisme nonparametrik lebih baik dibandingkan prosedur  populasinya diketahui
C. mekanisme nonparametrik sanggup diterapkan untuk data yang telah diukur dengan skala  pengukuran yang lebih kuat
D. mekanisme nonparametrik sanggup menganalisis data yang berupa rangking atau data berupa  pembagian terstruktur mengenai yang diukur dalam skala nominal

10. Sebuah LSM melaksanakan penelitian mengenai Sikap masyarakat terhadap Pemilihan Daerah (Pilkada) di suatu Kabupaten. Peneliti ingin mengetahui apakah ada perbedaan perilaku masyarakat terhadap sistem Pilkada tersebut. Sikap masyarakat terhadap proses Pilkada digolongkan menjadi dua, yaikni baiklah dan tidak setuju. Skala pengukura ialah skala pengukuran:
A. Nominal 
B. Ordinal
C. Interval
D. Rasio

Pembahasan:

Skala pengukuran nominal dipakai untuk membedakan benda atau kejadian yang satu dengan yang lain menurut nama (atribut), contohnya baiklah dan tidak setuju.

Contoh soal SKB BPS CPNS 2019 lengkapnya silahkan download disini.

Siapkan diri Anda sedini mungkin dalam menghadapi ujian seleksi penerimaan CPNS 2019.

BKN selalu mengajak dan meminta para peserta seleksi penerimaan CPNS untuk selalu berguru ulet semoga lolos setiap tahapan termasuk tes SKB nanti.

Ada aneka macam tips-tips yang akan Anda temui kalau Anda mencarinya di internet, maupun dimedia-media sosial, namun keyakinan dan kepercayaan dirilah yang bersama-sama menjadi modal utama Anda untuk lulus tes SKD dan SKB CPNS 2019 nanti.

Selamat berjuang, kami tungggu dan nantikan Anda untuk bergabunglah dengan kami di Korps Pegawai Negeri Sipil Republik Indonesia (KORPRI)!

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel