Waspadai Penipuan Berkedok Sumbangan Online Melalui Media Umum - Kenali Ciri-Cirinya!

akhir ini menjadikan kekhawatiran tersendiri bagi generasi milenial Waspadai Penipuan Berkedok Pinjaman Online Melalui Media Sosial - Kenali Ciri-cirinya!

Maraknya dukungan online akhir-akhir ini menjadikan kekhawatiran tersendiri bagi generasi milenial.

Kita hidup diera info dan zaman yang sudah serba online.

Hidup dimana untuk memenuhi kebutuhan, kita tidak perlu lagi keluar rumah, kita sanggup berbelanja secara online.

Bahkan tidak hanya itu, untuk membayar tagihan dan membayar pajak pun sanggup kita lakukan secara daring.

Dan kini sedang marak-maraknya dukungan online.

Sering kita mendapatkan notifikasi SMS yang memberikan dukungan uang, atau melihat iklan di media umum berupa dukungan online.

Pinjaman online atau lebih sering disebut dengan pinjol ada banyak macamnya.

Mulai dari fintech p2p lending memakai ponsel dan tanpa batas waktu yang ditentukan sehingga Anda sanggup bebas mengakses layanan tersebut kapan dan dimana saja.

Baca juga: Jurusan Kuliah Yang Bisa Membuat Cepat Kaya

Waspadai Penipuan Berkedok Pinjaman Online


Penyelenggara p2p lending selain memberikan terusan pinjol yang mudah, juga memberikan persyaratan yang tidak berbelit-belit dan ribet kepada para calon nasabahnya.

Persyaratan yang diberikannya pada umumnya hanya berupa kartu identitas, NPWP, dan rekening bank milik pribadi yang telah berjalan minimum tiga bulan.

Dengan segala kemudahan-kemudahan itu, tidak sedikit orang atau ada sekelompok orang yang secara tidak bertanggung jawab memanfaatkan kondisi tersebut dengan melaksanakan penipuan berkedok dukungan online/ pinjol.

Modus operandi mereka yang melaksanakan penipuan dukungan online ini tidak sanggup dikatakan sepele, alasannya yaitu cara yang mereka gunakan sangatlah mahir.

Mereka menggaet korbannya tidak hanya melalui telepon atau sms saja, akan tapi melalui media-media sosial yang paling banyak dipakai masyarakat, menyerupai facebook dan Instagram.

Sedangkan cara penipuannya juga sangat beragam, mulai dari iming-iming hadiah yang menggiurkan melalui direct messege (DM) dimedia sosial, whatsapp, sms dan lain sebagainya.

Smartphone menjadi alat dan senjata utama mereka dalam melancarkan aksinya.

Pemerintah, melalui Otoritas Jasa Keuangan sangat paham akan hal ini, dan OJK hanya sanggup menghimbau untuk tidak gampang percaya pada penawaran-penarawan dukungan online yang menggiurkan tadi.

Akan tetapi, masif dan terstrukturnya modus penipuan yang mereka lakukan, menimbulkan masih banyak orang merasa ditipu dan dirugikan oleh aktifitas penipuan dukungan online tersebut.

Banyak yang melaporkan uang mereka telah raib digondol kabur oleh pelaku penipuan dukungan online/ pinjol.

Kami yakin, tidak sedikit dari Anda yang mendapatkan notifikasi SMS ataupun DM via media sosial, semacam Facebook, Instagram dan Whatsapp yang memberikan pinjaman-pinjaman online dengan syarat ringan dan hadiah yang menggiurkan.

Nah, apabila Anda kepepet, dan benar-benar membutuhkan dana cepat cair, dan ingin meminjam secara online, Anda haruslah tetapl waspada.

Anda tentu tidak mau menjadi korban penipuan dukungan online berikutnya bukan?

Baca juga: Apa itu Leasing? Anggapan yang Salah Tentang Leasing di Indonesia

Ciri-ciri Penipuan Berkedok Pinjaman Online 


Karena itulah untuk memberikan edukasi dan kepada pembaca awambicara, berikut ini kami sampaikan ciri-ciri modus operandi penipuan dukungan online untuk Anda kenali biar tidak menjadi korban penipuan pinjol.

1. Penawaran Produk yang Memaksa

akhir ini menjadikan kekhawatiran tersendiri bagi generasi milenial Waspadai Penipuan Berkedok Pinjaman Online Melalui Media Sosial - Kenali Ciri-cirinya!
Nasabah yang ingin mengajukan dukungan sejumlah dana secara online, biasanya akan melakukannya melalui website atau melalui aplikasi yang telah disediakan oleh penyelenggara dukungan online.

Bahkan hampir semua proses dilakukan pada kedua media tersebut.

Selain itu, hanyalah bila nasabah ingin menanyakan info lebih lanjut mengenai layanan dukungan online yang ditawarkan.

Yakni dengan jalan menghubungi pihak penyelenggara pinjol via telepon ataupun email, yang kemudian mereka akan memberikan balasan atas pertanyaan-pertanyaan yang diajukan.

Nah, sedangkan dukungan online abal-abal yang ditawarkan melalui media umum sangat berbeda.

Mereka biasanya memberikan produk dukungan dana cepat, melalui pesan singkat melalui DM ke akun media umum calon nasabah atau dengan SMS dan telepon ke nomor seluler.

Nah, dikala mereka mengajukan penawaran tersebut, biasanya pihak penawar dukungan online abal-abal (penipu) ini tidak memberikan klarifikasi produk pinjamannya secara rinci dan lengkap.

Mereka biasanya hanya memberikan hal-hal yang ingin kita dengar, yakni hal-hal yang manis-manis, dengan iming-iming berupa hadiah dan lain sebagainya.

Ketika calon nasabah dirasa mulai tertarik dan akan memfollow up, biasanya pihak pinjol abal-abal ini akan bersikap memaksa biar calon nasabah mau menyetujui penawarannya.

Untuk itu, berhati-hatilah terhadap nomor-nomor yang tidak Anda kenal. Selain itu, jangan gampang tergiur dengan rayuan-rayuan manis yang belum tentu menguntungkan.

Ingatlah bahwa pihak penyelenggara dukungan online yang resmi atau legal hanya memberikan produk pinjamannya dengan cara yang benar.

Seperti contohnya memberikan info yang diberikan dengan terang dan pastinya tidak akan pernah melaksanakan pemaksaan.

2. Tidak Memberlakukan Persyaratan

akhir ini menjadikan kekhawatiran tersendiri bagi generasi milenial Waspadai Penipuan Berkedok Pinjaman Online Melalui Media Sosial - Kenali Ciri-cirinya!

Penyelenggara dukungan online/ Pinjol p2p lending ini akan membuka terusan bagi mereka yang sedang membutuhkan dana, tapi tidak sanggup mengakses layanan perbankan, namun untuk layanan kredit.

Meskipun begitu, bukan berarti para calon nasabah sanggup dengan bebas mengakses dukungan begitu saja, lantaran akan tetap dan selalu ada syarat yang telah ditentukan dan harus dipenuhi pihak penyelenggara pinjol.

Hal inilah yang sering kali menciptakan calon nasabah atau calon peminjam merasa takut lantaran ada persyaratan yang tidak sanggup dipenuhinya.

Akan hal ini, munculah pinjaman-pinjaman online abal-abal di media sosial.

Pinjaman online abal-abal ini memberikan dana cepat cair tanpa memberikan pemanis persyaratan apapun.

Biasanya cukup hanya dengan menyerahkan nomor telepon yang sanggup dihubungi dan info pribadi saja.

Nah, sebelum Anda mengajukan dukungan online, pastikan bahwa persyaratan yang diberikan sangat jelas, mulai dari identitas pribadi menyerupai KTP, NPWP hingga pada proses pengecekan riwayat kredit melalui BI checking.

INGAT!!! Yang paling utama yaitu bahwa semua proses input persyaratan hanya dilakukan melalui website atau aplikasi bukan melalui pesan singkat.

Baca juga: Prosedur dan Tata Cara Pembayaran e-Tilang

3. Menerapkan Uang Muka

akhir ini menjadikan kekhawatiran tersendiri bagi generasi milenial Waspadai Penipuan Berkedok Pinjaman Online Melalui Media Sosial - Kenali Ciri-cirinya!

Nah, disinilah biasanya para pelaku kejahatan penipuan dukungan online ini beraksi.

Setelah mereka merasa berhasil merayu calon korbannya, dengan iming-iming yang menggiurkan, dan adanya sedikit pemaksaan biar calon korban mau melaksanakan dukungan online, mereka mulai berani meminta uang muka.

Ketika Anda bertanya dalam hati, "Kok aneh, saya yang mengajukan pinjaman, malah saya yang harus mengeluarkan uang?"

Saatnya Anda perlu untuk merasa curiga.

Yang harus Anda ingat yaitu bahwa memang benar setiap pihak penyelenggara dukungan online yang legal, akan meminta uang kepada calon peminjam untuk biaya administrasi.

Dan perlu juga Anda ketahui, biaya manajemen ini biasanya tidaklah besar hanya dipakai untuk materai dan keperluan lainnya saja.

Kaprikornus pihak penyelenggara dukungan online/ pinjol disini bukan meminta uang muka, namun meminta uang manajemen untuk materai dan keperluan manajemen lainnya.

Namun, berbeda dengan pihak pinjol abal-abal. Mereka juga sama, selain akan meminta uang untuk administrasi, juga meminta uang muka.

Namun kebanyakan mereka melakukannya dengan mengatakannya untuk uang administrasi, akan tetapi dengan jumlah yang sangat banyak, yang sanggup mencapai jutaan, tergantung dari jumlah dukungan yang akan diajukan.

Misalnya, untuk nasabah yang mengajukan dana Rp50 juta hingga Rp100 juta, maka uang muka atau uang manajemen yang mereka minta sanggup lebih dari Rp1 juta dan seterusnya.

Sekali lagi, jangan gampang tergiur dengan bujuk rayu mereka, ada banyak alasan yang akan mereka utarakan terkait dengan uang muka dukungan online tadi.

Kadang sebagai uang muka biar dana yang diharapkan cepat cair, kadang sebagai biaya atau tips kepada potongan pencairan, dan lain sebagainya.

Banyak orang yang terjerumus kedalam agresi penipuan ini yaitu biasanya lantaran mereka sangat membutuhkan dana tersebut.

Sehingga tanpa berpikir panjang calon nasabah/ peminjam rela mengeluarkan uang muka tersebut demi dana yang diharapkan cepat cair.

Ingatlah, dikala akan mengajukan pinjaman, entah itu secara online atau pun tidak, janganlah terburu-buru.

Jangan tergesa-gesa dalam mengajukan dukungan tanpa melaksanakan cek dan ricek kepastiannya.

Perhatikan terlebih dahulu soal uang muka atau uang manajemen yang diberlakukan. Jangan hingga Anda menyesal lantaran uang sekian juta dibawa kabur oleh pihak pinjol abal-abal.

4. Informasi Pihak Penyelenggara Pinjol Tidak Valid

akhir ini menjadikan kekhawatiran tersendiri bagi generasi milenial Waspadai Penipuan Berkedok Pinjaman Online Melalui Media Sosial - Kenali Ciri-cirinya!

Ketika Anda tetapkan untuk meminjam dana secara online, maka yang harus menjadi perhatian Anda pertama kali yaitu kelengkapan info identitas perusahaan penyelenggara dukungan online tersebut.

Kelengkapan info pihak penyelenggara dukungan online ini yaitu hal yang paling penting dan utama untuk Anda perhatikan.

Sebab lengkapnya info tersebut menjadi tolak ukur dalam menilai apakah perusahan tersebut resmi atau tidak.

Kelengkapan info penyelenggara dukungan online ini niscaya ada tercantum pada website maupun semua media umum yang mereka gunakan.

Sementara itu, pihak penyelenggara dukungan online abal-abal, niscaya menutup-nutupi info mereka, baik dari info pemilik, info karyawan, hingga info keberadaan perusahaan tersebut.

Dan jikapun ada, info yang mereka sampaikan pastilah info hoax atau palsu untuk mengelabui korban mereka.

Contohnya, alamat yang dicantumkan tidak jelas, nomor telepon yang dipakai yaitu nomor seluler, email yang dicantumkanpun biasanya email publik, yakni yang berekstensi gmail ataupun yahoo dan lain sebagainya.

Nah, dikala Anda ingin mengajukan dukungan secara online, akan lebih baik untuk memastikan kebenaran identitas perusahaan.

Anda sanggup melakukannya dengan jalan menyidik alamatnya melalui google maps, memastikan nomor telepon yang dipakai yaitu nomor telepon resmi, serta email yang digunakannya pun atas nama perusahaan, menyerupai contohnya : admin@awambicara.id) dan sebagainya.

Baca juga: Apa itu Rekening Koran? Fungsi dan Cara Mengajukannya

5. Meminta Informasi Pribadi

akhir ini menjadikan kekhawatiran tersendiri bagi generasi milenial Waspadai Penipuan Berkedok Pinjaman Online Melalui Media Sosial - Kenali Ciri-cirinya!

Pada umumnya pihak penyelenggara dukungan online hanya meminta kelengkapan data calon nasabah atau peminjam, berupa nama peminjam, nomor telepon yang aktif dan alamat email saja.

Sedangakn untuk rekening bank yang diminta pun untuk pengecekan riwayat kredit dan pencairan dana.

Sedangkan pihak pinjol abal-abal niscaya mengelabui nasabahnya. Mereka biasanya akan merayu nasabahnya dengan iming-iming biar dananya cepat cair, maka mereka meminta untuk menyerahkan data pribadi lainnya menyerupai pin atau password perbankan.

Jika Anda tidak tergiur dengan iming-iming dari mereka, Anda niscaya tahu bahwa PIN ataupun password perbankan yaitu hal yang dihentikan diketahui oleh siapapun juga termasuk bank itu sendiri.

Bila Anda tidak ingin kehilangan uang di rekening, maka jangan pernah memberikan pin atau password perbankan Anda kepada siapapun dan dengan alasan apapun.

Sebab, pihak bank pun tidak akan pernah meminta pin atau password Anda.

6. Meminta Pembayaran Tagihan Via Rekening Pribadi atau E-Money

akhir ini menjadikan kekhawatiran tersendiri bagi generasi milenial Waspadai Penipuan Berkedok Pinjaman Online Melalui Media Sosial - Kenali Ciri-cirinya!
Semua acara dukungan online resmi dan legal hanya dilakukan melalui aplikasi atau website.

Mulai dari pengajuan, mengisi data, meng-input dokumen persyaratan hingga pada info tagihan, berupa jumlah tagihan, jatuh tempo tagihan dan rekening perusahaan.

Jadi, jikalau ternyata ada orang yang menghubungi Anda, baik melalui sms, telepon, maupun dm eksklusif ke akun media umum Anda, yang mengatasnamakan pihak dukungan online dan meminta info akun dukungan online Anda,

atau meminta pembayaran tagihan melalui rekening atas nama pribadi atau sanggup melalui jenis pembayaran lainnya, sebaiknya jangan Anda tanggapi.

Sebab itu yaitu salah satu modus penipuan yang dilakukan dukungan online abal-abal.

Ingatlah, bahwa pihak penyelenggara dukungan online resmi dan legal tidak akan pernah meminta pembayaran ke rekening pribadi atau e-money.

Karena, untuk dukungan online Anda cuma melaksanakan pembayaran tagihan sesuai dengan info pada aplikasi atau website.

7. Tampilan Media Sosial Tidak Profesional

akhir ini menjadikan kekhawatiran tersendiri bagi generasi milenial Waspadai Penipuan Berkedok Pinjaman Online Melalui Media Sosial - Kenali Ciri-cirinya!

Yang namanya pihak dukungan online abal-abal atau agresi penipuan, pastinya tidak mempunyai alamat, nomor telepon ataupun email resmi yang sanggup dicari atau dihubungi.

Bahkan mereka melancarkan aksinya tanpa modal atau hanya dengan sedikit modal.

Jadi, tampilan media umum ataupun website mereka pastinya tidaklah terlihat profesional.

Entah itu tampilan perusahaan mereka di media umum Facebook maupun Instagram, niscaya tidak akan terlihat profesional.

Tampilan media umum pinjol abal-abal niscaya berantakan, gambar yang ada disana beresolusi kecil dan telihat pecah, bahkan sebagian besar dari gambar yang ada disana mengambil postingan pinjol lainnya dan mempostingnya kembali di media umum mereka.

Berbeda dengan pihak penyelenggara dukungan online resmi dan legal.

Mereka pastinya mempunyai satu tim yang secara khusus mengelola akun media sosialnya biar terlihat rapih, menarik dan profesional.

Perhatikan dengan teliti dan secara detail dan menyeluruh akun-akun media umum yang dipakai pinjol.

Selain dari konsep, susunan postingannya juga akan tertata rapih.

Selain itu, Anda juga sanggup melihat berapa banyak followersnya, semakin banyak followernya, semakin sanggup mendapatkan amanah pihak pinjol tersebut, dan sebaliknya.

Maraknya penipuan berkedok dukungan online ini, sudah selayaknya kita untuk lebih berhati-hati, biar terhindar dari agresi penipuan.

Baca juga: Surat Pengakuan Hutang Dibawah Tangan Secara Notariil

Untuk itu, biar terhindar dari pihak dukungan online penipu, yang kini mulai sering muncul di media sosial, maka alangkah baiknya sebelum mengajukan dukungan Anda mengecek terlebih dahulu penyelenggara dukungan online yang resmi dan legal.

Anda sanggup mengecek apakah pihak penyelenggara dukungan online itu legal atau tidak dengan melihat daftarnya di website OJK secara berkala.

Namun, apabila Anda sudah terlanjur menjadi korban penipuan dukungan online, maka segeralah melaporkannya kepada pihak yang berwajib atau satgas waspada OJK, melalui layanan konsumen 1500655 atau email waspadainvestasi@ojk.go.id.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel